LINGKARANRAKYAT.COM | PANGKALPINANG–Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung memastikan pengusutan hingga tuntas terkait dugaan penganiayaan dialami warga koba berinisial RS (25) dan diduga dilakukan oleh oknum polisi Bripka DV.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada 15 agustus 2020 sekira pukul 14.00 di rumah kakak ipar korban RS.
“Korban berinisial RS (25) sudah melapor kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan sudah ditindaklanjuti.”katanya.
Ia juga berjanji akan menindak tegas oknum anggota polisi Bripka DV jika terbukti melakukan tindak pidana.
“Jadi laporannya saat ini sedang di proses, nanti kalau terbukti Bripka DV melakukan tindak pidana akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan akan ditindak tegas. “sebut Kombes Pol Maladi.
Sebelumnya Kuasa Hukum Korban RS, Widodo saat mengelar konfrensi pers bersama awak media di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (17/08) mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polda Babel dengan laporan polisi Nomor : STPL/B-774/VII/2020/Babel/SPKT.
Ia menjelaskan, awal mula terjadinya penganiayaan yang dilakukan pelaku DV terhadap korban RS (25) gara-gara masalah hasil penjualan timah yang mengalami kerugian.
“Dalam kerjasama jual beli bijih timah ini, Pelaku juga mendapatkan fee dan bagi hasil dari kerjasama penjualan timah tersebut. Namun karena saat itu korban menjelaskan bahwa bisnis mereka rugi, terjadilah cekcok antara pelaku dan korban. Sehingga pelaku langsung melakukan penganiayaan di rumah kakak ipar korban pada Sabtu (15/08) sekira pukul 14.00 wib,” jelasnya.
“Saat itu korban dipukul dengan menggunakan vape dan ditendang berulang kali hingga mengalami luka memar dan luka jahitan di bagian kepala dan menjalani rawat inap di RSUD Depati Hamzah kota Pangkalpinang,” ujarnya menambahkan.